Jumat, 13 Mei 2011

AWAS…Ada Permainan Isu MEDIA dibalik isu NII ,Terror Bom dan…



Oleh :Adhana Tito
Dept.Humas KAMMI Kommisariat FMIPA Undip

Manajemen Opini dan kampanye isu sebagai strategi pemerintah SBY atau pihak tertentu untuk mengaburkan isu-isu yang membuat pemerintah ‘panas’ memang merupakan suatu fenomena yang mulai lumrah di era Demokrasi .Belakangan kali ini hampir disetiap halaman media massa dari layar berita hingga media cetak sudah tidak asing lagi masyarakat Indonesia ‘Diracuni ’dan dihasut untuk mendengar sampai bosan Berita NII,Dari sabang mungkin sampai merauke di ‘sirine’dengan isu2 SARA , digunakan utnuk keuntungan pihak tertentu , yang sifatnya dan beberapa isu tidak bermutu lainya yang terlihat ‘Bombastis’ seperti bom buku atau mungkin bom bunuh diri .dari kasus NII sebenarnya bukan barang baru lagi ,melainkan barang lama yang sudah lama bahkan sebelum pemerintahan SBY namun diungkit kembali,untuk digunakan sebagai alat isu diangkat lagi untuk menutup isu lainnya seperti kasus Century ,Pembangunan Gedung DPR, dan berita sejenis yang dianggap pemerintah atau segolongan mengusik kepentingannya .Dengan strategi pengecoh isu dengan menggiring publik masyarakat Indonesia yang ‘Lugu’ dengan menutp isu atau berita keburukan dari kaum golongan tertentu diutupi lagi dengan berita atau isu opini lainnya , hal ini senada dengan Sekjen LSM Center For Democracy and Social Justice Studies (CEDSOS) Umar Abduh menilai mencuatnya gerakan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 sebagai pengalihan isu kasus Bank Century.

Dengan menggerakkan media dan opini masyarakat.bukan rahasia umum lagi bahwa beberapa media yang memang dikuasai beberapa petinggi dan pejabat hingga saapai yang bersifat antek-antek atau mantan di orde terdahulu dieranya yang sekarang bertransformasi menjadi stakeholder media di indonesia.sebagai contoh grup pengusaha Bakrie, yang menguasaii TVone dan AnTV, Grup MNC yang MNC, Media Nusantara Cipta, kini memiliki tiga stasiun televisi nasional, RCTI, Global TV, MNC TV, jaringan televisi kabel, juga Koran Seputar Indonesia, dan Jaringan Radio di berbagai daerah di Indonesia. Media Group dimotori oleh ketua Nasdem Surya Paloh. dari data ini mengkhawatirkan dengan adanya konglomerasi Media, dengan dikuasainya berita,media oleh segelintir orang saja dan untuk alat .

Di Indonesia, seyogyanya tidak terjadi konglomerasi Media , jika pemerintah tegas dalam menindak bisnis monopoli media. Dan tegas terhadap pelaku bisnis media. Karena keberagaman isi siaran atau isi pesan dapat terlaksana dengan baik. Keberagaman konten dalam media televisi dan radio atau pesan lainnya di media cetak kini yang dibutuhkan masyarakat tentunya dengan pendekatan kearifan lokal.

Hal Ini bisa menjadi boomerang dalam menyiarkan berita yang prinsipnya harusnya berimbang dan jika tidak maka saat inilah terjadi perang berita dan Opini isu yang dimanfaatkan pihak tertentu agar menutup keboborokan isu yang lain maka pemerintah lagi-lagi mesti tegas dalam regulasi penyiaran Hal ini mesti ditegaskan oleh KPI(Komisi Penyiaran Indonesia ) sebagai ujung tombak regulator penyiaran di indonesia.
"Data Dewan pers tahun 2006 yang menyebutkan bahwa dari 851 media yang terbit di Indonesia, terdiri dari 284 surat kabar harian, 327 surat kabar mingguan, 237 majalah, 3 buletin, hanya sekitar 30% yang sehat."

Muhamad Mufid, dalam bukunya Komunikasi dan Regulasi Penyiaran menuliskan, Setidaknya ada tiga mengapa regulasi penyiaran di pandang urgent. Pertama dalam iklim demokrasi kekinian, salah satu urgensi yang mendasari penyusunan regulasi penyiaran adalah hak asasi manusia tentang kebebasan berbicara (freedom of speech), yang menjamin kebebasan sesorang untuk memperoleh dan menyebarkan pendapatnya tanpa adanya intervensi, bahkan dari pemerintah. Namun pada saat yang bersamaan, juga berlaku Undang-undang Telekomunikasi yag membatasi aktivitas penggunaan spektrum gelombang radio (Leen d’Haenens, 2000:24-26). Nilai demokrasi karenanya menghendaki kriteria yang jelas dan fair tetag pengaturan alokasi akses media.

Kedua, demokrasi menghendaki adanya “sesuatu” yang menjamin keberagaman (diversity) politik dan kebudayaan, dengan menjamin kebebasan ide dan posisi dari kelompoknya minoriotas. Hal ini adalah adanya hak privasi (right to privacy) seseorqang untuk tidak menerima informasi tertentu. Dalam batas tertentu, kebebasan untuk menyampaikan informasi (freedom of information) memang dibatasi oleh hak privasi seseorang (right to privacy). Yang perlu digaris bawahi dalam hal ini, sebagaimana diungkapkan Feintuck (1999 : 43), adalah limitasi keberagaman (diversity) sendiri seperti kekerasan dan pornografi merupakan hal yang tetap tidak dapat dieksploitasi atas nama keberagaman. Dalam perkembngannya aspek diversity, lebih banyak diafiliasikan sebagai aspek politik dan ekonomi dalam konteks ideology suatu bangsa. (Mufid 2007 : 68).dapat disimpulkan bahwa keadaan media saat ini di indonesia yang cenderung terjadi perang isu dan opini dalam mendapatkan tempat dimata masyarakat tak lain juga berkolerasi dengan adanya monopoli dan penguasaan konglomerasi oleh kalangan pejabatp pemerintah ,penguasa yang berkempentingan terhadap diri atau kelompoknya.

Penulis dengan latar belakang media kehumasan di Komfak MIPA Undip berusaha nmengumpulkan data,artikel sumber yang mendukung Tulisan ini sebagai bahan evaluasi agar untuk kaum mahasiswa saat ini tidak dengan mudahnya terhasut oleh media dengan berita dan dengan bersikap reaktif tanpa dukungan dalam mengolah data menjadi aksi ,sehinnga penulis mendukung sudah saatnya mahasiswa mengubah paradigma menjadi leader opinion bukan follower atau news reader belaka dan memcerah kan masyarakat mengenai realitas media saat ini.
Sumber:
Republika.com, Kompas.com, Yokisunanto.co.cc, Mufid Muhamad, Komunikasi & Regulasi Penyiaran, Kencana : 2007, Jakarta,

Rabu, 11 Mei 2011

Konsepsi Negara berdasarkan al-quran dan as-sunnah


sumber foto=http://2.bp.blogspot.com
Oleh :Adhana Tito
Kommisariat FMIPA UNDIP


Negara berasal dari nations yang berarti kesatuan dari bangsa Dan dalam konteks Indonesia diambil dari kata hindia dan nesia yang berarti kepulauan hindia.
Maka Indonesia dalam mengaplikasikan konsep Negara Indonesia yang berdasarkan al-quran dan as-sunah diperlukan tahapan dan berbagai proses integrasi dan edukasi kepada berbagai tingkatan daan lapis masyarakat.
Dalam prakteknya dalam bernegara dan berbangsa membutuhkan sebuah kemampuan political skill , bidang politik islam berkuasa atau berperan dalam mengelola kepentingan public adalah amanah yang besar yang sudah diatur dan diperintahkan oleh Allah SWT .dalam islam berkuasa atau mengatur urusan publik merupakan sebuah keniscayaan, karena kekuasaan mesti kita perjuangkan dan kita jemput
Al-quran dan assunah adalah dmerupakan petunjuk semesta allam ,agar kita umat muslim dapat memegang amanah sebagai makhluk Khalifah yang dapa membawa kemaslahatan umat dan rahmatan lil ‘alamin sehingga dalam segi peradaban islam pentigya Negara dalam membuat sistem pemerintahan yang berkeadila,transparan,dan integritas yang tinggi sehingga diharapkan munculnya Islamic good corporate governance.
Islam dapat dijadikan sumber basis pijakan dalam segi bidang peradilan ,pengelolaan urusan publik ,Negara ,yang terintegrasi karena islam adalah kekuatan integrative bangsa dan negeri ini .sehingga format perjuangan umat islam dalam mewujudkan kan Negara kesatuan republik Indonesia dapat diintegrasikan tanpa menghilangkan dan emmbenturkan pokok dari ideologi Indonesia sendiri..
Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda,
"Pemimpin (kepala Negara)Adalah pengurus rakyat dan a bertanggung jawab atas pengurusan mereka"(H.R Muslim)
Sebelum mepersiapkan konteks kebangsaan dan kenegaraan maka dipersiapkan secara mendalam untuk integrasi ideology islam dan Indonesia sehingga terciptanya keharmonisan dari berbagai golongan ras suku, agama yang dipayungi oleh Negara islam .dengan melihat dari segi subtansial islam yang universal.
Konstitusi islam yag dibangun unttuk Negara diperlukan konstitusi yang transnasional dengan membebaskan dari penjara penjajahan dari bangsa asing dan imperialism dan kapitalisme demi kesejahteraan bangsa dan Negara yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur.
substansi dalam membangun Negara dan pemerintahan diharapkan terciptanya konsep khilafah yang dapat menaungi umat muslim di seluruh dunia dan menjadi pemimpin peradaban dengan merebut peran strategi yang saat ini dipegang oleh dunia barat.
dapat disimpulkan negara seperti dalam konsepsi Al-quran dan Assunnah bukan seperti yang dicontohkan dalam bentuk aliran seperti berkedok Negara islam seperti contoh kasus dari NII, semoga kita dijauhkan dari pemahaman yang sesat dalam bernegara dan beramal. hanya tugas kita adalah sebagai khalifah menegakkan tauhid dan mencari kebenaran . kebenaran datangnya dari Allah .AllahuAkbar

Selasa, 15 Maret 2011

Buku Wajib Kader: Sebuah Komitmen

Komitmen Muslim Kepada Harakah Islamiyah
Penulis: Fathi Yakan
Penerbit: Najah Pers di Jakarta tahun 1999 (Cetakan Kedua). Dibawah ini adalah hasil resume yang telah saya buat dari buku tersebut.

Komitmen kepada islam bukanlah komitmen warisan atau keturunan. Bukan pula komitmen sebatas penampilan luar. Melainkan komitmen kepada ajaran Islam, komitmen terhadap Islam dan menyesuaikan diri dengan Islam dalam seluruh aspek kehidupan.

Syarat pertama dalam berkomitmen dan menisbahkan diri kepada Islam adalah Aqidah seorang muslim harus lurus dan benar yang ditunjukkan dengan ibadah sebagai puncak ketundukan dan pengakuan atas keagungan Allah. Islam menghendaki agar seluruh kehidupan merupakan pengabdian , ibadah dan ketaâtan. Ketaatan itu menjadi sulit karena pada dasarnya manusia senantiasa bertarung dengan hawa nafsunya, sampai ia mengalahkannya atau hawa nafsu yang mengalahkan dia, atau pertarungan itu akan terus berlangsung sampai maut menjemputnya.

Keimanan terhadap Islam harus sampai pada tingkat yakin bahwa hari esok milik Islam. Kenyataan bahwa Islam dari Allah, menjadikan umat Islam yang paling layak dan paling mampu mengatur seluruh aspek kehidupan dan memimpin serta membimbing umat manusia.

Catatan Akhir Kepengurusan: Sebuah Kilas Balik

Sebuah catatan perjalanan dakwah di MIPA.
Impian ku adalah Impian KAMMI Komfak MIPA
Impian KAMMI Komfak MIPA adalah Impian Indonesia Madani…

Tak terasa satu periode terlewati, penuh perjuangan. Suka dan duka mungkin menjadi suatu hal yang biasa di tiap kegiatan mahasiswa khusunya di lembaga ekstra. Tanggal 13 maret 2011 serjarah dakwah di MIPA akan mencatat, tanggal ini yang akan menentukan arah gerak sekaligus masa depan KAMMI Komisariat MIPA. Ya, pada tanggal ini akan dibahas agenda laporan pertanggung jawanban KAMMI KOMFAK MIPA dan akan memilih pemimpin 1 periode kedepannya. Banyak catatan, evaluasi, pencapaian yang diperlukan dalam melakukan perbaikan kommisariat yang menjadi lebih baik lagi.

Menurut Ketua kommisariat Maulidanir Rohman, diharapkan pada Komfak MIPA memiliki nilai kompetitif yang semakin meningkat karena mengingat saat ini saat dilakukan sertifikasi Kommisariat yang dilakukan KAMDA Semarang. Terlihat bahwa Komfak MIPA menempati grade B, yang artinya Komfak MIPA Undip diharapkan dapat memperkuat kaderisasi, peningkatan loyalitas dan stabilitas pengurus, serta melakukan ekspansi dakwah agar lebih terasa manfaatnya bagi lembaga intra maupun ekstra
Secara umum melihat hasil screening Indeks Prestasi kader yang dilaporkan baru-baru ini oleh Ikhsan Pallawa, Kadept. Kompetensi IP KAMMI 2009-2011, dimana rata-rata IP kammiers se-nasional di atas 3,00. Namun, tentu IP bukan satu-satunya parameter keberhasilan atau kesiapan kader KAMMI dalam menyiapkan masa depan, tapi lebih dari itu adalah kontinyuitas gerakan ,kaderisasi dan visi yang konsisten tak lekang oleh dinamika pergerakan mahasiswa dan dinamika kampus serta perubahan sosial masyarakat.

Senin, 20 Desember 2010

Sebuah catatan Evaluasi: menurunnya Gagasan Para Kader KAMMI


Ikhwafillah Pengurus KAMMI Wilayah dan Kammi Daerah
Muktamar KAMMI VII di Serambi Mekah- Aceh akan segera tiba, mari kita sambut momentum perhelatan akbar ini dengan mempersiapkan gagasan - gasan besar.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dilihat dari 2 Persfektif (internal dan eksternal)
1. KAMMI harus tetap kritis, konstruktif dan responsif dalam memformulasikan kebijakan politiknya dalam berbagai persoalan bangsa yang menuntut kecepatan inisiatif dan bergerak membangun gerakan dan opini publik. KAMMI secara organisasi telah banyak belajar dalam wilayah civil society. Selanjutnya KAMMI berusaha menempatkan diri sebagai gerakan mahasiswa yang moderat dan progresif, moral force, dengan tetap menjaga kultur keislaman yang kuat dalam aktivismenya.
2. KAMMI harus mampu menempatkan diri sebagai organisasi kader, gerakan mahasiswa, gerakan Islam, organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan, yang masing-masingnya menuntut peran yang wajib dimainkan secara aktif., dan KAMMI akan mampu memposisikan diri dalam berbagai peran sosialnya. Kita menghadapi tiga jenis perubahan : perubahan yang disadari kehadirannya (Anticipative Change) sehingga lebih antisipatif dan mempersiapkan diri, selanjutnya adalah perubahan berupa reaksi terhadap perubahan lingkungan di sekitar kita (Reactive Change), dan terakhir yaitu perubahan yang sifatnya mendadak dan sangat cepat prosesnya (Revolutive Change). Dan KAMMI sebagai organisasi akan terus menghadapi ketiga jenis perubahan itu. Dengan kemampuan menempatkan diri dalam berbagai situasi, KAMMI akan dapat bertahan (survive) dan tetap memiliki eksistensi dalam masyarakat.
Melihat perkembangan KAMMI dalam 1 tahun terakhir ini akan berbanding lurus dengan masifitas gerak KAMMI di setiap Wilayah dan daerah. RiseTIM LITBANG KAMMI Pusat dengan menggunakan tools google insight dalam menyoroti publisitas kammi di media maya jika di komparasikan dengan gerakan mahasiswa lain semisal HMI cukup menghawatirkan, meskipun bila dibandingkan dengan gerakan lainnya grafik statistik kita cukup baik.

Tahun 2010
hal ini bisa dilihat di LINK berikut :http://www.google.com/insights/search/#q=KAMMI%2CIMM%2CPMII%2CHMI%2CGMNI&geo=ID&date=1%2F2010%2012m&cmpt=q

terlihat dengan mengkomparasikan berbagai "Keyword" : KAMMI,HMI,PMII,GMNI,IMM dengan menggunakan Barometer Web terkemuka dunia Google Insight...
yang dapat mengukur popularitas dan kata kunci yg digunakan ....
Data tersebut cukup merefresentasikan betapa sedikitnya gagasan atau ide- ide yang di publish lewat media- media yang ada.
Untuk Itu KAMMI dari TIM LITBANG KAMMI Pusat akan mencoba untuk mengcollect gagasan- gasan besar dari seluruh kader KAMMI Se- Indonesia dan luar negeri untuk di jadikan BUKU "BUNGA RAMPAI KAMMI" yang akan dipersembahkan untuk MUKTAMAR VII Nanti.

jika kader- kader /Pengurus daerah yang memiliki tulisan dengan kriteria sebagai berikut :
• Judul Bebas, lebih baik jika sudah di publish di media.
• Tulisan tidak lepas dari domain utama : Kemahasiswaan (Penguatan Basis Dakwah Kampus dan Tradisi Gerakan), kebangsaan (KAMMI menjadi Representasi Kekuatan Sipil dalam mengawal demokrasi substansial),Keumatan (Inspirasi Kekuatan Integrasi Dunia Islam Berbasis Pemuda .
• Domain Oposisi :
1. Kepemimpinan pemeritahan pusat, struktur, manajemen kekuasaan, dan aliansi global.
2. Current Issue terkait korupsi, advokasi sosial, kebijakan, pemerintahan, dan dunia Islam.
3. Bidang-bidang spesialisasi: hukum, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dll.
• Cara Untuk Meningkatkan posisi tawar politik KAMMI, Meningkatkan posisi tawar intelektual KAMMI, Meningkatkan posisi tawar sosial KAMMI.
maka sudah saatnya kader MIPA untuk Bisa menuliskan gagasan sebagai ciri seorang Mahasiswa Intelektual muslim Negarawan yang dengan mengutipkredo "KAMMI adalah Ilmuwan yang tajam Analisisnya......"


Dikutip dari pesan akh. Kamal (LITBANG PP KAMMI)dengan beberapa perubahan

Senin, 08 November 2010

Urgensi Pers dalam Dakwah Islam

Oleh: banana (4) corporation

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirtkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mereka adalah orang-orang yang beruntung” Ali Imron 104

Pers dengan segala yang melingkupinya telah memiliki pengaruh yang besar dalam mengarahkan umat dan bangsa. Perkembangan pesat di dunia pers telah menjadikan negara informasi (syiar) sebagai babak akhir dari perkembangan sekian banyak model negara di dunia. Mulai dari negara politik, negara ekonomi dan pada akhirnya kini kita mengarungi era negara informasi dan pemikiran.

Karenanya kita harus bersungguh-sungguh untuk menerobos medan tersebut serta menyiapakan para pakar dan para spesialis di bidang tersebut. Para aktivis seharusnya memanfaatkan bidang pers ini untuk kepentingan dakwah dan menyebarkan prinsip-prinsip Islam dengan cara yang lurus. Islam merupakan agama fitrah yang memiliki kekuatan besar bila disampaikan melalui sarana pers.
Yang perlu diingat, para aktivis Islam yang menerjuni bidang ini harus tunduk dengan aturan dan adab-adab Islam. Dengan begitu pers Islam akan terhindar dari berbagai dosa dan pelanggaran.

Wartawan muslim teladan

Adalah wartawan yang komitmen pada adab-adab Islam. Memilih berita yang benar dan menyuguhkannya tanpa mengurangi atau melebih-lebihkan. Ia harus memberikan kritik yang konstruktif, menghindari kritik yang merusak, berani mengatakan yang haq walaupun terasa pahit, tanpa menjilat atau takut, mengatakan buruk pada orang yang berbuat jahat dengan bahasa yang tidak terkesan emosional dan dapat diterima umum.
Wartawan muslim harus pandai mengaitkan persoalan dan berita yang ditulis dengan dakwah agar manusia menegtahui bahwa agama Islam itu mencakup segala bidang kehidupan. Islam memiliki peran sebagai pengarah, penentu hukum dan pemberi solusi dalam setiap bidang tersebut.

Wartawan muslim harus waspada dengan hal-hal yang disebarkan oleh musuh Allah dan para kaki tangannya untuk mendeskritkan Islam atau harokah Islam. Ia harus membongkar kebohongan mereka serta menyuguhkan ajaran Islam dengan cara yang baik.

Lembaga Kewartawanan Islam Teladaan

Lembaga kewartawanan Islam harus memberikan bakti kepada dakwah Islam dan perjuangan Islam. Lembaga kewartawanan harus menyadari tanggungjawabnya kepada Allah, ia tidak menyuguhkan kecuali yang bermanfaat. Juga bertangggungjawab perihal pemahaman dan persepsi masyarakat. Karenanya, jangan sampai menyajikan sesautupun yang menyimpang atau mengandung unsur kerusakan seperti yang kita lihat pada kebanyakan koran dan majalah saaat ini.

Ia harus mengangkat masalah-masalah dunia Islam dan menyajikannya dengan cantik agar kaum muslimin dapat mengetahui persoalan yang dihadapi saudaranya di penjuru dunia dan ikut serta merasakan penderitaan dan harapan mereka.
Ia harus memberitakan medan-medan perjuangan Islam, pergerakan Islam dan jihad islami serta hal-hal yang sengaja ditutup-tutupi dengan gambaran buruk oleh pers nasional atau intrenasional seperti pada saat ini.

Penenrbit Islam Teladan

Penerbit Islam yang kita inginkan adalah yang berperan aktif mewujudkan tujuan-tujuan perjuanagn Islam, dengan menyajikan Islam yg benar, memperingtakan berbagai penyimpangan dan memerapi penyakit social yang ada di masyarakat dnegan obat isalam yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunah.

Kita menginginkan penenrbit yang mengedepankan kemaslahatan dakwah, yang selektif dalam menerbitkan buku yang tak akan menerbitkan sebuah buku pun sehingga yakin pada kejujuran penulis terhadap akan hal-hal yang kontra dengan Islam dalam tulisannya., bukan sekedar mencari keuntungan materi.

Penulis Muslim Teladan

Penulis muslim yang diinginkan adalah yang pandai memilih tema yang bermanfaat dan mendukung dakwah Islam. Teliti dalam membahas tema dan menyajikannya dengan bahasa yang baik dan jelas agar maknanya sampai ke hati dan akal, serta menimbulkan pengaruh yang diharapkan.

Penulis muslim harus komitmen dengan pemahaman Islam yang benar, jauh dari keparsailan, penyimpangan dan kekliruan dalam setiap tulisannya. Dan menyadari besarnya dosa yang harus dipikul dari sekian banayk pembaca yang terpengaruh dengan pemahaman yang salah dalam setiap tulisannya.
Kita menginginkan agar penulis muslim memanfaatkan bidang pers sehingga tak ada satupun bidang pers yang tidak kita kembangkan dan kita manfaatkan setelah diwarnai dengan pelangi Islam.

Referensi:
Kitabullah
Fiqh Dakwah JIlid 2, Syaikh Mushthafa Masyhur
Penyesatan Opini, Adrian Husaini
Fikih Jurnalistik, Faris Khoirul Anam

Sumpah Pemuda dalam Kenangan

Sepanjang sejarah Indonesia, pengertian pemuda berubah dari masa ke masa. Pada masa awal pergerakan nasional, pemuda diartikan kalangan terpelajar, baik para pelajar sekolah menengah, maupun pelajar sekolah tinggi yang mendapat pendidikan. Pendidikan menjadi faktor penting dalam menentukan pola pikir pemuda. Pun kesadaran mengenai persatuan bangsa, bercikal bakal dari pendidikan.

Soempah Pemoeda:
“Pertama, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia Kedoea, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia”

82 tahun yang lalu, semangat ini dikobarkan para pemuda ditengah masa penjajahan. Tujuannya satu saja mencapai cita‐cita negara Indonesia yang berdaulat. Kala itu, para pemuda yakin bahwa salah satu jalan untuk mencapai kemerdekaan yaitu dengan persatuan. Namun demikian, ternyata memerlukan sebuah proses panjang, kemerdekaan Indonesia baru diproklamasikan pada tahun 1945.dibutukhan waktu yang lama agar cita-cita mulai bias tercapai, dan kemerdekaan adalah bukan hal yang diperjuangkan secara instan, namun kontinu.

Setelah sekaian lama berlalu, di usia sumpah pemuda saat ini para kaum muda justru banyak yang mencoreng dirinya sendiri. Tidak satu-dua pemuda sebagai generasi penerus bangsa melabeli dirinya sendiri sebagai sosok yang tidak berguna dengan pergaulan yang dilarang dalam agama dan hukum, seperti pecandu narkoba, dan bertindak semaunya tanpa berfikir rasional. Jiwa muda, semangat muda dan masa muda tidak dimanfaatkan secara benar.

Peringatan ulang tahun sumpah pemuda yang diselenggarakan setiap tahun ini janganlah hanya sebuah acara seremonial formalitas saja. Pemuda kini pun harus mempunyai cita-cita yang tinggi. Kaum muda dituntut di masa sekarang untuk memperbaiki kondisi ekonomi bangsa dan mensejaterakan rakyat Indonesia. Tugas mulai ini harus mulai dipersiapkan dari sekarang.

Masa depan bangsa ini terletak pada etos kerja dan semangat kaum muda. Sumpah Pemuda berkumandang, gelora dan semangat
Bangkit dan Berjuanglah Pemuda Pemudi Indonesia........!

(studi literature dari berbagai sumber)